Senin, 29 Desember 08
Subuh ini aku terbangun lagi. Dia menjawab telpku. ‘kenapa?’ ‘aku takut’ jawabku. ‘ayo, tidur lagi’ katanya. Dan baterenya low sblm aku bnr2 tertidur. Dan dia tidak menchargenya lagi. Tidak seperti dulu.
Setelah bicara dgn Made semalam, aku putuskan utk bicara dengannya. Dia ada waktu pagi ini. Meski katanya sambil sibuk. Sibuk urusin klip SN.
‘Apa aku penting buat km?
‘Ya, penting’
‘Apa km masih sayang aku?’
‘Ya, masih’
Aku paparkan semua. Aku katakan bila aku benar penting buat dia, kok aku g merasa? Kl dia laki2, tepatilah kata2nya.
J hanya mendengarkan. Dan sesekali menjawab yang sama ‘aku sibuk ransum, dari bulan lalu’. Kadang suaranya terdengar tegas, kadang seperti orang bersalah. Aku katakan aku tidak percaya. Aku tau dia YM malam dari ce. Dia bilang dia YM juga sama Ryo, Adri, Rie. Aku katakan, bagaimana aku bisa percaya apabila aku mengetahui dia YM dari seorang ce? Yang membenarkan dia sering YM malam? Dia diam. Diam saja.
Intinya dia tegaskan dia prioritaskan guild saat ini. ‘Aku minta pengertiannya sedikit lah’ ‘Aku sudah bilang, untuk sementara seperti ini keadaannya’ begitu katanya. Intinya aku minta dia mengerti. Aku ga seperti yang dia tuduhkan. Posesif? Harus minta ijin aku terus? Aku bukan orangtuanya, ga perlu minta ijin. Aku hanya ingin tau apa yg dia perbuat. Aku ga akan menghalangi. Andai ia tahu aku selalu kuatir padanya. Andai ia tahu aku ingin menyayanginya lebih daripada yg lain. Tapi bila itu tidak cukup.. aku tidak tau. Aku bukan laki2, jadi aku tidak mengerti jalan pikiran laki2.
Aku bilang, aku merasa dia membesarkan SN hy utk menghadiahkannya pada Indra. Dia bilang ‘tidak. Hy aku yg tau kenapa aku lakukan ini.’ Kujawab ‘benar, tapi org lain yg menilai tingkah lakumu.’ J banyak diam. Dan aku ga bisa menahan airmata, Syukurlah aku tidak tersedu2.
Seperti yang sudah2, ia tidak berniat untuk tidak bersamaku. Hal yang tidak aku mengerti kenapa. Ia masih sayang, masih anggap aku penting. Begitu katanya. Aku Cuma bisa menangis saat menelepon Tito. Menumpahkan airmataku tanpa harus bercerita.
Tadi aku minta dia menjagaku krn F akan datang. Dia berjanji akan menjagaku.
Atashi wa.. kare ni shinjite hoshi..
Minggu, 28 Desember 08
Pagi ini telp J. Kenapa? Sial, film Claymore bener mencekam. Dan aku juga belakangan ini tidur g nyenyak, sering terbangun. Ah, J menjawab telpku. Yokatta na.. Tapi aku juga begitu sedih. Aku ingin bicarakan semua sama dia. Aku mulai buka omongan. “J, aku tau aku ada salah sama kamu. Kamu ngga perlu menghukum aku. Aku bisa menghukum diriku sendiri…,” setelah itu aku ga bisa bicara apa2. Mulutku terkunci, napasku perlahan teratur, kepalaku terasa ringan, dan tiba2 aku kehilangan minat utk bicara. Aku berusaha bicara tapi semakin aku berusaha, aku semakin tertidur. J used his magic again. Setalah itu juga, rasanya hangat, nyaman, aman, damai.. perasaan yang lama hilang. Aku menyurukkan kepalaku sperti anak kecil di dekapan seseorang yg melindunginya. J.. aku merindukan pelukan hangatmu lagi..
Lalu aku terbangun dengan keadaan agak aneh. Setelah 3 jam, hidungku masih basah! Apakah aku menangis dalam tidurku tanpa sadar?
Tito bilang, bila keadaanya seperti ini, artinya co itu milih ce nya, apapun, kapanpun, dimanapun… honto ka?
Malam ini, setelah aku sms bilang ga bisa urus z krn g enak badan, dia menyembuhkanku lagi..